SWG Soroti Masa Depan Quantum Machine Learning dan IBM Quantum di Bali AI Summit 2026
- Marketing SWG
- 10 Apr
- 2 menit membaca

PT. Sinergi Wahana Gemilang (SWG) kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan wawasan teknologi masa depan dengan berpartisipasi pada Bali AI Summit 2026Ā yang berlangsung pada 9ā10 April 2026. Dalam ajang yang diselenggarakan oleh Indonesia Artificial Intelligence Society (IAIS)Ā dan Politeknik International BaliĀ tersebut, Dr. Andi Sama, Direktur dan CIO PT. Sinergi Wahana Gemilang, hadir sebagai keynote speaker membawakan topik āQuantum Machine Learning (QML): The Convergence of Quantum Computing and Machine Learning, featuring IBM Quantum.āĀ
Partisipasi ini mencerminkan posisi SWG sebagai perusahaan yang terus relevan terhadap perkembangan global di bidang teknologi informasi, khususnya pada area Artificial Intelligence, advanced computing, dan innovation ecosystem.
Mengenal Quantum Machine Learning (QML)
Dalam sesi presentasinya, Dr. Andi Sama menjelaskan bahwa Quantum Machine Learning (QML)Ā merupakan perpaduan antara Quantum ComputingĀ dan Machine Learning, yang bertujuan memanfaatkan kemampuan komputasi kuantum untuk menyelesaikan problem tertentu dengan efisiensi yang lebih tinggi dibanding komputasi klasik.
Quantum computing sendiri memiliki potensi besar untuk menangani persoalan kompleks seperti:
Optimisasi portofolio dan keuangan
Distribusi serta supply chain
Simulasi material dan kimia
Drug discovery
Fraud detection
Natural language processing
Network traffic analysis
Topik-topik tersebut menjadi area yang semakin relevan bagi industri modern yang menuntut kecepatan analisis, akurasi, dan efisiensi tinggi.
Dari Era NISQ Menuju Fault Tolerant Quantum Computing
Saat ini, perkembangan quantum computing masih berada pada fase Noisy Intermediate-Scale Quantum (NISQ), yaitu periode di mana komputer kuantum sudah dapat digunakan untuk eksperimen dan proof-of-concept, namun masih memiliki keterbatasan error rate serta jumlah qubit.
Ke depan, industri diprediksi akan bergerak menuju era Fault Tolerant Quantum Computer (FTQC)Ā sekitar tahun 2030, ketika sistem kuantum telah jauh lebih stabil dan mampu digunakan untuk komputasi berskala besar secara lebih akurat.
Hal ini menandai bahwa QML saat ini berada pada tahap riset terapan, tetapi memiliki prospek besar menjadi teknologi mainstream di masa depan.
IBM Quantum dan Hybrid Computing Masa Depan
Dalam paparannya, Dr. Andi Sama juga menyoroti konsep Hybrid Classical-Quantum Approach, yaitu kolaborasi antara HPC/Supercomputer, GPU, dan Quantum Processing Unit (QPU)Ā untuk memproses beban kerja tertentu secara lebih optimal.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa masa depan komputasi bukan menggantikan sistem lama sepenuhnya, tetapi mengintegrasikan teknologi baru secara strategis. IBM Quantum menjadi salah satu pemain utama dalam membangun ekosistem ini melalui akses cloud quantum computing dan riset enterprise quantum solutions.
Komitmen SWG terhadap Masa Depan Teknologi Indonesia
Keikutsertaan SWG di Bali AI Summit 2026 mempertegas komitmen perusahaan untuk terus menjadi bagian dari transformasi digital Indonesia melalui adopsi teknologi mutakhir dan kolaborasi global.
Sebagai perusahaan yang aktif menghadirkan solusi enterprise technology, SWG percaya bahwa pemahaman terhadap tren seperti AI, Quantum Computing, Cybersecurity, dan Data Infrastructure merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan bisnis di era digital.
Dengan menghadirkan perspektif strategis mengenai Quantum Machine Learning, SWG tidak hanya mengikuti perkembangan teknologi dunia, tetapi juga turut berkontribusi dalam memperluas literasi dan kesiapan industri Indonesia menuju masa depan komputasi generasi berikutnya.



